Kenali Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Korupsi

08.59



Tindakan korupsi kolusi dan nepotisme sepertinya masih melekat dengan negara ini. Meskipun sudah banyak koruptor yang ditangkap dan dihukum, sepertinya tidak cukup untuk menjadi pemutus rantai korupsi di Indonesia. Masih sering kita melihat berita penangkapan pejabat dan kepala daerah yang berbuat curang dan menyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki untuk mendapatkan keuntungan.

Korupsi adalah perbuatan melawan hukum yang menyalahgunakan kewenangan, dan menjadi sarana dan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri serta merugikan negara. Terdapat banyak kasus korupsi yang telah merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah. 

Korupsi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Mereka yang bermental korup akan memanfaatkan berbagai cara untuk bisa mencapai tujuannya. Motifnya pun tidak selalu didasarkan pada masalah finansial atau ekonomi saja. Oleh karena itu, ayo sama-sama ketahui dan pelajari penyebab terjadinya tindakan korupsi, yang dibagi menjadi dua, yaitu penyebab internal dan eksternal.

Penyebab Internal

  • Sifat manusia yang serakah

Penyebab pertama terjadinya korupsi biasanya dimulai dari diri sendiri, dimana seseorang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki dan selalu menginginkan hal yang lebih. Sikap serakah yang dimiliki seseorang membuat mereka tidak pernah merasa cukup, tidak mensyukuri apa yang telah mereka miliki, dan memiliki hasrat yang sangat besar untuk memiliki segalanya. Dari sikap serakah seperti itu memicu seseorang berbuat segala hal untuk memenuhi hasrat mereka.

  • Memiliki gaya hidup yang konsumtif

Gaya hidup juga dapat memengaruhi perilaku seseorang. Untuk memenuhi gaya hidup yang konsumtif bisa menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan korupsi. Karena konsumtif adalah sebuah tindakan untuk memenuhi hasrat dengan membeli sesuatu barang yang mahal atau yang tidak penting. Maka uang yang dibutuhkan sangat besar dan membuat orang tersebut berani melakukan korupsi untuk memenuhi keinginannya.

  • Memiliki moral yang lemah

Orang yang memiliki integritas pasti tidak mudah tergoda untuk melakukan hal tercela seperti berbuat curang dan korupsi. Berbanding terbalik dengan seseorang yang memiliki moral yang lemah. Ia akan lebih mudah tergoda karena lemah keimanan, kejujuran, dan tidak memiliki rasa malu terhadap perbuatan salah yang ia lakukan. Apabila seseorang dengan moral seperti itu menjadi pemimpin bisa saja ia menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya untuk mendapatkan hal yang lebih untuknya. Apalagi jika godaan yang datang cukup besar dan ada kesempatan untuk melakukan kecurangan.

Faktor Eksternal

  • Aspek masyarakat yang kurang pemahaman terhadap korupsi

Tanpa sadar kita sebenarnya hidup ditengah-tengah tindakan korupsi, namun kita kurang memahami bahwa hal tersebut bagian dari korupsi. Apalagi jika kita sudah terbiasa dengan tindakan korupsi itu. Bisa saja korupsi awalnya dilakukan secara kecil-kecilan, namun selanjutnya bisa berkembang menjadi lebih besar lagi.

  • Aspek ekonomi

Penyebab berikutnya adalah aspek ekonomi yang menjadi penyebab paling sering terjadinya korupsi. Karena pendapatan yang dinilai kurang, sedangkan kebutuhan yang sangat besar membuat seseorang nekat melakukan korupsi. Atau seperti seseorang yang melihat peluan untuk mendapatkan keuntungan untuk meningkatkan ekonomi pribadinya.

  • Aspek politis

Aspek politis ini menjadi penyebab terjadinya korupsi, karena dengan tindakan seperti itu mereka bisa mendapatkan jabatan dan kekuasaan. Contohnya seperti pemimpin yang ingin menang dalam pemilu, namun melakukan politik uang demi memuluskan jalannya. Pemimpin dengan mental korup seperti itu bisa dipastikan ia akan menyalahgunakan jabatannya untuk menguntungkan dirinya sendiri.

  • Aspek Organisasi

Organisasi tempat para koruptor berada, biasanya organisasi juga berperan dan memberikan andil untuk terjadinya korupsi, karena adanya peluang dan kesempatan. Terutama organisasi tidak memiliki lembaga pengawasan dan sistem pengendalian manajemen yang lemah.

Dengan mengetahui beberapa penyebabnya, diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan koruptif. Lalu bagaimana bila telah terjadi tindakan koruptif, terutama yang terjadi di lembaga negara? Maka kamu bisa melaporkannya ke pihak yang berwenang. Cara untuk melaporkan bisa kamu lihat pada situs ACLC KPK. Pada situs tersebut kamu juga mempelajari lebih banyak mengenai gerakan anti korupsi oleh KPK.

Perkenalkan, saya adalah admin dari website ini, jadi jika Anda ingin bekerjasama dengan website ini silahkan hubungi email ini. asysyafuq@gmail.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
chriselan
AUTHOR
6 Desember 2023 pukul 02.20 delete

Understanding the root causes of corruption requires a nuanced examination of institutional weaknesses, such as lack of transparency and accountability, coupled with socio-economic factors that foster a culture of bribery and unethical behavior. Addressing these underlying issues is essential for developing effective strategies to combat corruption and promote a culture of integrity.||How Quickly Can You Get A Divorce in New York||How Much is A Divorce in New York State||

Reply
avatar
TechUstaads
AUTHOR
11 Desember 2023 pukul 01.29 delete

Researching these causes mirrors the meticulous approach necessary for running a successful Freight Logistics Company, where addressing both internal and external factors is vital for operational integrity.

Reply
avatar