Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Idiom Bahasa Inggris Sehari-hari yang Sering Digunakan dalam Percakapan Modern bersama EF EFEKTA English for Adults

05.56 0



Dalam percakapan bahasa Inggris modern, penggunaan idiom membuat komunikasi terdengar lebih natural dan ekspresif. Tidak heran jika idiom expressions menjadi bagian penting dalam kemampuan berbicara, terutama bagi orang dewasa yang ingin percaya diri saat berkomunikasi secara profesional maupun santai. Dengan memahami idiom english untuk daily conversation, Anda bisa menyampaikan maksud dengan lebih tepat dan terdengar seperti penutur asli.

Apa Itu Idiom Expressions?

Idiom expressions adalah ungkapan dalam bahasa Inggris yang maknanya tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Artinya, kita perlu memahami konteks penggunaan agar tidak salah tafsir. Idiom sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, diskusi kerja, hingga komunikasi informal dengan teman atau kolega.

Contoh Idiom English untuk Daily Conversation

Berikut beberapa idiom bahasa Inggris sehari-hari yang sering digunakan dalam percakapan modern:

  • Break the ice
    Artinya mencairkan suasana saat pertama kali bertemu.
    Example: He told a joke to break the ice at the meeting.

  • On the same page
    Berarti memiliki pemahaman yang sama.
    Example: Let’s make sure we’re on the same page before starting.

  • Take it easy
    Digunakan untuk menenangkan atau menyarankan agar tidak terlalu tegang.
    Example: Take it easy, everything will be fine.

  • In a nutshell
    Artinya menjelaskan sesuatu secara singkat.
    Example: In a nutshell, the project is about digital marketing.

Idiom-idiom ini sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun percakapan online.

Mengapa Penting Menguasai Idiom Bahasa Inggris?

Menguasai idiom english untuk daily conversation membantu Anda memahami lawan bicara dengan lebih baik dan merespons secara natural. Selain itu, penggunaan idiom yang tepat juga meningkatkan kepercayaan diri dan kelancaran berbicara dalam berbagai situasi.

Di EF EFEKTA English for Adults, Anda akan belajar idiom expressions melalui praktik langsung, simulasi percakapan, dan konteks nyata sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan.

Kesimpulan

Idiom expressions merupakan bagian penting dalam percakapan bahasa Inggris modern. Dengan memahami dan menggunakan idiom english untuk daily conversation, Anda bisa berkomunikasi lebih efektif, santai, dan profesional dalam berbagai situasi.

Ingin menguasai idiom bahasa Inggris sehari-hari dengan lebih percaya diri?

Ayo bergabung dengan EF EFEKTA English for Adults, kursus bahasa Inggris dewasa yang dirancang praktis dan interaktif untuk kebutuhan nyata Anda. Daftar sekarang dan tingkatkan kemampuan bahasa Inggris Anda mulai hari ini!

Kesaksian Masa Lalu: Jejak Kerajaan di Makassar

05.21 2

 


Indonesia kaya akan warisan budaya dan sejarah, salah satunya yang mencuri perhatian adalah Benteng Fort Rotterdam. Terletak di Makassar, benteng ini menjadi bukti nyata dari kemegahan masa lalu yang telah berlalu. Namun, apa yang membuat benteng ini begitu istimewa?


Benteng Fort Rotterdam: Lambang Kekuasaan dan Ketahanan


Dibangun pada abad ke-16, Benteng Fort Rotterdam tidak hanya sekedar bangunan tua. Benteng ini adalah simbol kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo, salah satu kerajaan terbesar di Sulawesi Selatan. Dengan struktur bangunan yang kokoh, benteng ini menunjukkan keahlian arsitektural masyarakat masa itu, menggabungkan unsur Eropa dengan sentuhan lokal yang khas.


Sebagai peninggalan sejarah dari Kerajaan Gowa-Tallo, Benteng Fort Rotterdam berfungsi tidak hanya sebagai pertahanan dari serangan musuh, tapi juga sebagai pusat administrasi dan perdagangan. Hal ini menjadikannya pusat aktivitas yang ramai, tempat berbagai etnis dan budaya bertemu.


Salah satu daya tarik utama Benteng Fort Rotterdam adalah arsitekturnya yang unik. Benteng ini menggabungkan gaya arsitektur tradisional Makassar dengan pengaruh kolonial Belanda, menciptakan harmoni antara dua budaya yang berbeda. Dinding-dinding tebal benteng ini terbuat dari batu karang, sementara pintu masuknya dihiasi dengan ukiran khas Makassar yang menggambarkan kekayaan budaya daerah ini.


Di dalam benteng, terdapat beberapa bangunan bersejarah, termasuk gereja, penjara, hingga gudang amunisi. Setiap bangunan memiliki fungsi dan cerita tersendiri yang mencerminkan dinamika kehidupan di era Kerajaan Gowa-Tallo dan masa kolonial. Selain itu, taman-taman di sekitar benteng menyuguhkan keindahan alam dan ketenangan, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai sambil merenungkan masa lalu.


Koleksi museum di dalam benteng juga menawarkan wawasan mendalam tentang sejarah dan budaya Sulawesi Selatan. Dari artefak kuno, dokumen-dokumen sejarah, hingga pakaian adat, semuanya disajikan dengan rapi, mengajak pengunjung untuk menelusuri jejak sejarah dan memahami warisan budaya yang kaya.

Keragaman Budaya di Balik Benteng


Di balik tembok tebalnya, Benteng Fort Rotterdam menyimpan banyak cerita. Dari peranannya dalam peperangan hingga menjadi tempat pertemuan antara Timur dan Barat. Hal ini tercermin dari artefak-artefak yang ditemukan di sana. Dari peralatan perang, pakaian adat, hingga dokumen-dokumen kuno, semuanya memberi gambaran tentang kehidupan di masa kerajaan.


Tidak hanya itu, benteng ini juga menjadi saksi bisu perubahan zaman, dari era kolonial hingga kemerdekaan Indonesia. Dalam setiap sudutnya, ada jejak sejarah yang menanti untuk diceritakan.


indonesia.travel dan Jejak Sejarah


Mengunjungi situs seperti indonesia.travel, kita bisa mendapatkan informasi mendalam tentang Benteng Fort Rotterdam dan berbagai destinasi lainnya. Website ini menawarkan panduan lengkap untuk para wisatawan yang ingin menyelami kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Dari sana, kita bisa merencanakan perjalanan yang tak hanya menyenangkan, tapi juga edukatif.


Kuliner Makassar: Pelengkap Petualangan


Tak lengkap rasanya berkunjung ke Makassar tanpa mencicipi kuliner khasnya. Dari pisang epe, pallu basa, hingga coto Makassar, semuanya siap memanjakan lidah Anda. Kekayaan rasa ini menambah kesan mendalam dari kunjungan Anda ke kota pelabuhan ini.


Penutup


Indonesia memang kaya akan sejarah dan budaya. Benteng Fort Rotterdam dan warisan Kerajaan Gowa-Tallo adalah bukti bahwa negeri ini memiliki cerita yang menarik untuk diceritakan. Bagi Anda yang memiliki rasa ingin tahu, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi dan memahami jejak masa lalu ini.


Jadi, tunggu apalagi? Ajaklah keluarga dan teman Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang pariwisata, budaya, dan kuliner Indonesia melalui indonesia.travel. Karena, setiap perjalanan memiliki cerita, dan saatnya Anda menjadi bagian dari cerita tersebut.

Strategi Efektif untuk Belajar Bahasa Inggris dengan Sukses

08.20 12


Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang penting dalam komunikasi global, bisnis, pendidikan, dan budaya pop. Oleh karena itu, kursus bahasa Inggris dengan baik dapat memberikan banyak manfaat dalam kehidupan pribadi dan profesional seseorang. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa strategi efektif yang dapat membantu Anda belajar bahasa Inggris dengan sukses.

1. Tentukan Tujuan Anda

Sebelum memulai perjalanan belajar bahasa Inggris, tentukan tujuan Anda. Apakah Anda ingin menguasai bahasa ini untuk bekerja, bepergian, atau kepentingan akademik? Tujuan yang jelas akan membantu Anda mengarahkan upaya Anda dengan lebih baik.

2. Konsistensi adalah Kunci

Belajar bahasa Inggris memerlukan konsistensi. Jadwalkan waktu setiap hari atau setiap minggu untuk belajar. Dengan menghabiskan waktu secara teratur, Anda akan melihat kemajuan yang lebih cepat.

3. Gunakan Berbagai Sumber Belajar

Jangan terpaku pada satu sumber belajar. Gunakan buku teks, kursus online, aplikasi mobile, dan sumber daya audio/video. Ini akan membantu Anda mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bahasa Inggris.

4. Latihan Berbicara

Praktek berbicara adalah kunci untuk mengatasi rasa takut berbicara dalam bahasa Inggris. Coba temui teman atau mitra belajar dengan siapa Anda dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Jika tidak ada, praktikkan berbicara sendiri atau rekam diri Anda untuk evaluasi.

5. Meningkatkan Kosa Kata

Cobalah untuk memperluas kosa kata Anda setiap hari. Buat daftar kata-kata baru dan pelajari artinya. Ini akan membantu Anda menjadi lebih percaya diri dalam berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.

6. Tonton Film dan Dengarkan Musik dalam Bahasa Inggris

Menonton film atau mendengarkan musik dalam bahasa Inggris adalah cara yang menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang aksen, kosakata, dan ekspresi sehari-hari. Cobalah untuk menonton dengan teks bahasa Inggris atau subtitle untuk mendapatkan manfaat maksimal.

7. Bergabung dengan Kelas atau Grup Belajar

Bergabung dengan kelas bahasa Inggris atau grup belajar lokal atau menuju kampung inggris dapat memberikan Anda kesempatan untuk berinteraksi dengan pembelajar lainnya. Ini juga memberi Anda akses ke pengajar yang dapat memberikan panduan dan umpan balik.

8. Jangan Takut untuk Membuat Kesalahan

Ingatlah bahwa membuat kesalahan adalah bagian alami dari belajar bahasa. Jangan takut untuk berbicara atau menulis bahasa Inggris meskipun Anda belum sempurna. Kesalahan adalah cara untuk belajar dan berkembang.

9. Pertahankan Motivasi

Selama perjalanan belajar bahasa Inggris, Anda mungkin akan mengalami hambatan atau merasa kehilangan motivasi. Ingatlah tujuan Anda dan carilah cara untuk tetap termotivasi, seperti mengikuti kursus yang menarik atau merayakan pencapaian kecil Anda.

10. Evaluasi Kemajuan Anda

Secara teratur, tinjau kemajuan Anda. Periksa kembali tujuan awal Anda dan lihat sejauh mana Anda telah mencapainya. Ini akan membantu Anda melihat apa yang telah Anda capai dan apa yang perlu Anda tingkatkan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini dan melibatkan diri dengan tekun, Anda dapat belajar bahasa Inggris dengan baik dan mencapai tingkat kemahiran yang Anda inginkan. Ingatlah bahwa belajar bahasa adalah perjalanan yang berkelanjutan, jadi nikmatilah prosesnya dan jangan pernah berhenti belajar.

Kenali Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Korupsi

08.59 6



Tindakan korupsi kolusi dan nepotisme sepertinya masih melekat dengan negara ini. Meskipun sudah banyak koruptor yang ditangkap dan dihukum, sepertinya tidak cukup untuk menjadi pemutus rantai korupsi di Indonesia. Masih sering kita melihat berita penangkapan pejabat dan kepala daerah yang berbuat curang dan menyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki untuk mendapatkan keuntungan.

Korupsi adalah perbuatan melawan hukum yang menyalahgunakan kewenangan, dan menjadi sarana dan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri serta merugikan negara. Terdapat banyak kasus korupsi yang telah merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah. 

Korupsi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Mereka yang bermental korup akan memanfaatkan berbagai cara untuk bisa mencapai tujuannya. Motifnya pun tidak selalu didasarkan pada masalah finansial atau ekonomi saja. Oleh karena itu, ayo sama-sama ketahui dan pelajari penyebab terjadinya tindakan korupsi, yang dibagi menjadi dua, yaitu penyebab internal dan eksternal.

Penyebab Internal

  • Sifat manusia yang serakah

Penyebab pertama terjadinya korupsi biasanya dimulai dari diri sendiri, dimana seseorang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki dan selalu menginginkan hal yang lebih. Sikap serakah yang dimiliki seseorang membuat mereka tidak pernah merasa cukup, tidak mensyukuri apa yang telah mereka miliki, dan memiliki hasrat yang sangat besar untuk memiliki segalanya. Dari sikap serakah seperti itu memicu seseorang berbuat segala hal untuk memenuhi hasrat mereka.

  • Memiliki gaya hidup yang konsumtif

Gaya hidup juga dapat memengaruhi perilaku seseorang. Untuk memenuhi gaya hidup yang konsumtif bisa menjadi salah satu penyebab seseorang melakukan korupsi. Karena konsumtif adalah sebuah tindakan untuk memenuhi hasrat dengan membeli sesuatu barang yang mahal atau yang tidak penting. Maka uang yang dibutuhkan sangat besar dan membuat orang tersebut berani melakukan korupsi untuk memenuhi keinginannya.

  • Memiliki moral yang lemah

Orang yang memiliki integritas pasti tidak mudah tergoda untuk melakukan hal tercela seperti berbuat curang dan korupsi. Berbanding terbalik dengan seseorang yang memiliki moral yang lemah. Ia akan lebih mudah tergoda karena lemah keimanan, kejujuran, dan tidak memiliki rasa malu terhadap perbuatan salah yang ia lakukan. Apabila seseorang dengan moral seperti itu menjadi pemimpin bisa saja ia menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya untuk mendapatkan hal yang lebih untuknya. Apalagi jika godaan yang datang cukup besar dan ada kesempatan untuk melakukan kecurangan.

Faktor Eksternal

  • Aspek masyarakat yang kurang pemahaman terhadap korupsi

Tanpa sadar kita sebenarnya hidup ditengah-tengah tindakan korupsi, namun kita kurang memahami bahwa hal tersebut bagian dari korupsi. Apalagi jika kita sudah terbiasa dengan tindakan korupsi itu. Bisa saja korupsi awalnya dilakukan secara kecil-kecilan, namun selanjutnya bisa berkembang menjadi lebih besar lagi.

  • Aspek ekonomi

Penyebab berikutnya adalah aspek ekonomi yang menjadi penyebab paling sering terjadinya korupsi. Karena pendapatan yang dinilai kurang, sedangkan kebutuhan yang sangat besar membuat seseorang nekat melakukan korupsi. Atau seperti seseorang yang melihat peluan untuk mendapatkan keuntungan untuk meningkatkan ekonomi pribadinya.

  • Aspek politis

Aspek politis ini menjadi penyebab terjadinya korupsi, karena dengan tindakan seperti itu mereka bisa mendapatkan jabatan dan kekuasaan. Contohnya seperti pemimpin yang ingin menang dalam pemilu, namun melakukan politik uang demi memuluskan jalannya. Pemimpin dengan mental korup seperti itu bisa dipastikan ia akan menyalahgunakan jabatannya untuk menguntungkan dirinya sendiri.

  • Aspek Organisasi

Organisasi tempat para koruptor berada, biasanya organisasi juga berperan dan memberikan andil untuk terjadinya korupsi, karena adanya peluang dan kesempatan. Terutama organisasi tidak memiliki lembaga pengawasan dan sistem pengendalian manajemen yang lemah.

Dengan mengetahui beberapa penyebabnya, diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan koruptif. Lalu bagaimana bila telah terjadi tindakan koruptif, terutama yang terjadi di lembaga negara? Maka kamu bisa melaporkannya ke pihak yang berwenang. Cara untuk melaporkan bisa kamu lihat pada situs ACLC KPK. Pada situs tersebut kamu juga mempelajari lebih banyak mengenai gerakan anti korupsi oleh KPK.

Mengelola Perbedaan dalam Islam

22.01 1


(Prof. Dr. Alwi Shihab)

Perspektif Islam dan Berinteraksi dengan Nonmuslim


Mengingatkan kembali bahwa Tuhan menciptakan umatNya menjadi berbeda-beda, baik sebagai individu maupun kelompok, merupakan kenyataan klasik normative yang tidak terbantahkan selamanya. Berinteraksi dan bekerja sama dengan semua kalangan dan golongan dalam era globalisasi merupakan kenormalan yang tidak terhindarkan bahkan mungkin menjadi rutinitas keseharian. Islam sebagai agama besar dan pembawa kedamaian telah membekali umatNya agar dapat bergaul dan berinteraksi dalam segala zaman dengan cara bermartabat. Begitu banyaknya tuntunan Al-Qur’an yang intinya menganjurkan mencari titik-titik temu bagi beberapa kelompok untuk mencapai kebaikan bersama.

Al-Qur’an menjelaskan:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ - ٨

Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadpa orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kami dari negerimu. Seseungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Qs. Al-Mumtahanah; [60]:8)

Berbuat baik dan berlaku adil adalah dasar pergaulan Muslim dengan nonMuslim, bukan berseteru, memaki, mencerca apalagi membunuh, selama mereka tidak memerangi agama kamu serta selama mereka tidak mengusir kamu dari negerimu. Dnegan kata lain, syarat memerangi nonMuslim adalah ketika mereka mengusir Muslim dari negerinya. Al-Qur’an baru memerintahkan membunuh lawan apabila mereka mulai membunuh, atau dengan kata lain sebagai pembelaan diri. Selanjutnya, Al-Qur’an memerintahkan untuk berhenti berperang apabila musuh telah menghentikan keagresiannya. Demikian Al-Qur’an surah Al-Baqarah 190-191.

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al-Baqarah; [2]:190)

 

وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ - ١٩١

Artinya: “Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.” (Qs. Al-Baqarah; [2]:191)

Sebagai contoh, rakyat Palestina dibenarkan memerangi Israel untuk mempertahankan diri, karena mereka (orang Palestina) diusir dari negeri mereka. Namun dalam situasi damai di mana nonMuslim berada di antara umat Islam, seperti halnya di Indonesia dan negara damai lainnya, maka perlakukan yang dituntut dari umat Islam adlaah perlakuan baik dan adil kepada nonMuslim sebagaimana tuntutan Al-Qur’an di atas.

Pertanyaan yang timbul tanpa henti di benak semua kalangan adalah mengapa sesama umat Islam sering saling bertikai terus menerus. Padahal Al-Qur’an sudah menjelaskan, bahwa kalau kita berdebat, harus dengan cara yang baik. kita bahkan dituntut untuk memakmurkan dan menyejahterakan dunia ini yang artinya menjauhi kegaduhan dan keributan. Pertanyaan yang tidak mudah ditemukan jawabannya karena dalam kenyataannya dewasa inni banyak negara Muslim yang porak poranda karena perseteruan antarumat, sebagaimana terjadi di Suriah, Libya, Mesir, Afghanistan, Irak. Padahal Allah menyampaikan kepada manusia, kepada kita semua, bahwa Dialah yang menciptakan kita dari bumi ini, dan menuntut kita untk memakmurkannya. Sesuai dengan Firman Allah:

هٗ ۗهُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا

Artinya: “Tuhan menciptakan kalian dari tanah dan diperintahkan kalian untuk memakmurkan tanah itu atau dunia itu.” (Qs. Hud: 61)

Dalam membangun dan memakmurkan bumi, Al-Qur’an mengajarkan untuk mencari titik temu antara kita kaum Muslim dengan komunitas Ahlul Kitab (Yahudi dan Kristen) sesuai ayat sebagai berikut:

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا

Artinya: “Katakankah (wahai Muhammad) wahai sekalian Ahlul Kitab, kemarilah pada kalimat yang sama antara kami (umat Muslim) dan kaliam (Ahlul Kitab).” (Qs. Ali ‘Imran [3]:64)

Di ayat berikut Allah mengajarkan kepada manusia yang beragam ini untuk menciptakan hubungan harmonis di antara mereka.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ - ١٣

Artinya: “Kami ciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan. dan kami ciptakan dari manusia-manusia ini bangsa-bangsa. Grup-grup, etnik-etnik, agar saling mengenal satu dengan yang lainnya. sesungguhnya Orang yang paling mulia di antara mereka itu, yang paling bertakwa keapadaNya.” (Al-Hujarat:13)

Ta’aruf itu artinya berkenalan dengan positif. Itu tujuan Tuhan dalam menciptakan manusia.

Kiranya perlu diingat dan direnungkan bahwa taqwa tidak semata diukur dari intensitas ritual manusia belaka, seperti shalat, puasa dna zikr, tapi lebih dari itu dengan upaya menghadirkan Tuhan pada diri setiap individu. Agar kehadiran Tuhan senantiasa mengingatkan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melihat dan meneropong tiap langkah dan perilaku kita, sehingga menjadikan individu berperilaku sesuai dengan kehendakNyadan tuntunanNya. Pad asaat Tuhan seakan berada dalamn diri kita, maka pastikalah kita akan berusaha mengekang hawa nafsu dna menyingkirkan niat jahat yang ada pada benak dan pikiran kita.

Kehadiran Tuhan tersebut akan mengantar kita untuk melaksanakan tuntunanNya, antara lain memakmurkan dunia yang hanya akan dapat dicapai dengan menjaga hubungan baik dengan sesama serta berlomba untuk melakukan kebaikan demu terciptanya bumi yang damai dan terteram. Dalam konteks ini, manusia diuji siapa di antara mereka yang paling bertakwa untuk memperoleh kemuliaan Ilahi atau dengan kata lain, Tuhan akan menilai siapa yang paling konsisten terhadap ajaran yang ia anut.

Di dalam Surah Saba ayat 24-26 menjelaskan toleransi Islam yang sejati terhadap kelompok nonMuslim. Berikut ini tuntunan Allah kepada Nabi Muhammad dalam berinteraksi dengan masyarakat nonMuslim:

 قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ قُلِ اللّٰهُ ۙوَاِنَّآ اَوْ اِيَّاكُمْ لَعَلٰى هُدًى اَوْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: “Katakanlah: Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang nonMuslim), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata”.

قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Katakanlah kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) atas dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya pula apa yang kamu perbuat.”

Jika kita pelajari redaksi Al-Quran, ketika berbicara tentang kepercayaan orang Muslim, Allah menggunakan kata kesalahan, namun saat menerangkan perbuatan nonMuslim hanya dikatakan kamu lakukan, seakan mengakui ada kesalahan pada diri Muslim. Demikian toleransi Al-Qur’an ketika berinteraksi denngan nonMuslim. Sama sekali tidak mengklaim kebenaran. Al-Qur’an sama sekali tidak menyatakan Muslim yang benar dan nonMuslim yang salah. Tuntunan ini mengajarkan semangat toleransi agar hubungan antara kedua belah pihak dapat terpelihara jauh dari fanatisme dan sikap menang sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan ayat berikutnya yang juga memiliki semangat toleransi yang sama, yaitu kedua belah pihak berada pada tingkat yang sama dan sejajar, tanpa menunjukkan keunggulan atau superioritas suatu kelompok atas lainnya.

Katakanlah wahai Muhammad, kepada mereka itu; nanti kelak Tuhan akan mengumpulkan kita di akhirat. Dan Tuhan nanti akan membuka; siapa di antara kita yang benar.”

Dalam tuntunan ini, Nabi tidak dianjurkan untuk berargumentasi apalagi menghujat. Karena pada dasarnya semangat serta tuntunan Al-Quran adalah terciptanya perdamaian di bumi. Ayat di atas mengandung ajaran dan tuntutan moral agar kita saling berinteraksi dengan baik. Bersama-sama berlomba untuk kebajikan. Perbedaan ideologi dan agama merupakan urusan masing-masing kelompok tanpa menonjolkan superioritas. Seraya meyerahkan keputusan kepada Tuhan guna menentukan pihak mana yang benar dan mana yang keliru. Tuhan memiliki pertimbangan sendiri kelompok mana yang benar dan yang salah sekaligus menentukan siapa dari mereka yang masuk surge dan masuk neraka.

Tuhan memiliki hak mutlak dan prerogatif utama untuk menentukan kebenaran dan kekeliruan pihak-pihak yang berbeda. Segala sesuatu di tangan Tuhan. Kalau saja tuntunan Al-Quran di atas telah terinternalisasi menjadi prinsip hidup kita dalam berinteraksi dengan kelompok lain yang berbeda, maka rasanya kita akan hidup tenang di dunia ini betapapun perbedaan ini ada. Inilah inti toleransi Al-Quran yang diperkuat oleh ayat berikut.

 

Firman Allah di Surah Al-Kafirun:

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

Artinya: “Agama kamu adalah agamamu, dan agamakuk adalah agamaku”

Dengan maksud agar ktia tidak saling menghujat, saling bertikai apalagi mempersalahkan satu dengan lainnya. Pesan moral dari ayat tersebut mengisyaratkan bahwa mari kita mendalami ajaran kita masing-masing dan tidak mempersoalkan agama orang lain. Tuhan satu-satunya yang berhak untuk menilai, memberi ganjaran, dan mengampuni kesalahan. Berbuat baik kepada nonMuslim adalah anjuran agama Islam bahan Al-Quran melarang memusuhi nonMuslim apabila mereka tidak memusuhi Muslim. Al-Quran tidak saja memerintahkan Muslim berlaku adil kepada nonMuslim bahkan berbuat kebajikan kepada mereka. Berbuat baik kepada nonMuslim telah dipraktikkan pada masa Nabi.

Ayat-ayat di atas menggambarkan bagaimana seharusnya seorang Muslim berinteraksi dengan penganut agama dan kepercayaan yang berbeda dengannya. Tidak dapat disangkal bahwa setiap penganut agama–termasuk Islam–harus meyakini sepenuhnya tentang kebenaran anutan/agamanya serta kesalahan anutan selainnya bila itu bertentangan dengan keyakinan masing-masing. Namun demikian, hal tersebut tidak harus ditonkolkan keluar apalagi dikumandangkan di tengah masyarakat majemuk. Ayat-ayat di atas tidak menyatakan kemutlakan kebenaran ajaran Islam dan kemutlakan kesalahan pandangan mitra bicara. Di tempat lain dalam kitab suci Al-Quran Allah melarang umat Islam untuk menyinggung rasa keagamaan nonMuslim. Allah berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Janganlah memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena (akibatnya) mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas pengetahuan. Demikianlah Kami perintah setiap umat amal mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembalinya mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Qs. Al-An’am [6]:108)

Al-Quran juga menekankan perlunya kerja sama dalam menghadapi para peleceh agama-agama. Karena,

الَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ اِلَّآ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًاۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ

Artinya: “Sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia ddengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara, dan gereja-gereja, serta sinagog-sinagog dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.” (Qs. Al-Haj [22]: 40)

Terdapat beragam narasi otentik tentang hubungan harmonis Nabi dengan umat nonMuslim yang dapat kita jadikan sebagai rujukan dalam kehidupan harmonis bersama dalam keberagaman.

Nabi Muhammad Saw. memberi keteladanan kepada umat Islam bagaimana Beliau menjalin kerja sama dengan umat Kristen Najran saat Beliau menulis janji kepada mereka yang berisi, antara lain: Saya berjanji melindungi mereka dan membela mereka, gereja dan tempat ibadah mereka serta tempat-tempat pemukiman para rahib dan pendeta-pendeta mereka. Demikian juga tempat-tempat suci yang mereka kunjungi. Saya pun mengikat janji untuk memelihara agama dan cara hidup mereka di mana pun mereka berada sebagaimana halnya dengan pembelaan saya kepada diri dan keluarga dekat saya serta orang-orang Islam yang seagama dengan saya. Karena saya telah menyerahkan kepada mereka perjanjian yang dikukuhkan Allah bahwa mereka memiliki hak serupa dengan hak kaum muslimin, dan kewajiban serupa dengan kewajiban mereka. Kaum muslimin pun berkewajiban seperti kewajiban mereka berdasarkan kewajiban memberi perlindungan dan pembelaan kehormatan sehingga kaum muslimin berkewajiban melindungi mereka dari segala macam keburukan dan dengan demikian mereka menjadi sekutu dengan kaum muslimin menyangkut hak dan kewajiban.

Nabi Muhammad saw. bahkan menekan: “Keluarga wanita masyarakat Nasrani tidak boleh dipaksa mengawinkan anak perempuannya kepada pria kaum muslimin. Mereka tidak boleh disentuh kemudaratan kalau mereka menolak lamaran atau enggan mengawinkan. Perkawinan tidak boleh terjadi kecuali atas kerelaan hati. Apabila seorang wanita Nasrani menjadi istri seorang Muslim maka sang suami harus menerima baik keinginan istrinya untuk menetap dalam agamanya dan mengikuti pemimpin agamanya serta melaksanakan tuntunan kepercayaannya.

Selanjutnya Rasul saw. menegaskan dalam janji Beliau itu bahwa bagi para penganut agama Nasrani bila mereka memerlukan sesuatu untuk perbaikan temapt ibadah mereka, atau satu kepentingan mereka dan agama mereka bila mereka membutuhkan bantuan dari kaum muslimin maka hendaklah mereka di bantu dan bantuan itu bukan merupakan utang yang dibebankan kepada mereka tetapi merupakan dukungan buat mereka demi kemaslahatan agama mereka serta pemenuhan janji Rasul (Muhammad saw.) kepada mereka dan anugerah dari Allah dan Rasul-Nya untuk mereka. Demikian butir-butir janji Nabi Muhammad saw., yang dinyatakan bahwa itu berlaku untuk umat Nasrani sepanjang masa di mana pun mereka berada.

Bahkan terhadpa kaum musyrik pun Allah berpesan agar memberi mereka yang tida memusuhi Islam peluang untuk memperoleh keamanan. Allah berfirman,

وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَ ࣖ

 Artinya: “Jika seorang di antara orang-orang musyrik meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah ia supaya ia dapat mendengar Firman Allah. Kemudian antarlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tida mengetahui.” (Qs. At Taubah [9]: 6).

Adanya keanekaragaman pendapat menyangkut rincian ajaran Islam memberi kemudahan kepad aumat dalam melaksanakan tuntunan agama. ketika seseorang mengalami kesulitan untuk melaksanakan satu tuntunan maka dia memiliki peluang untuk menghindari kesulitan itu dengan memilih pendapat lain. Hal ini selaras dengan bunyi satu ungkapan yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw. atau tokoh selain Beliau: “Perbedaan pendapat pada umatKu adalah rahmat”. Rahmat di sini tentu saja bila perbedaan tersebut dipahami dan disikapi dengan benar. Nabi bahkan berpesan kepada para ulama untuk memberi jalan yang mudah bagi umat Islam dalam menunaikan kewajiban keagamaannya sesuai sabdanya:

Permudahlah (urusan) mereka dan jangan persulit, buatlah mereka bahagia, dan jangan buat mereka menjauh.”