Cara Memasang Dinding Gipsum

15.41
Banyak masyarakat yang ingin membangun rumah namun terkendala dengan biaya yang tinggi. Maka dari itu, banyak rumah dijual di Depok, Surabaya, dan jakarta yang baru, kini menggunakan model minimalis untuk menekan harga.
Namun, nyatanya dengan membangun rumah minimalis sendiri belum tentu bisa secara efektif menekan harga yang tinggi karena pemakaian bahan material yang mahal. Kini ada alternatif membangun rumah dengan menggunakan gipsum untuk membangun dinding rumah.

Gipsum sendiri banyak digunakan sebagai bahan pembuat dinding rumah di negara-negara lain, khususnya Eropa. Gipsum memiliki berapa keunggulan dibandingkan dengan bata merah yang kerap menjadi bahan dasar pembangunan rumah di Indonesia. Beberapa keunggulan di antaranya adalah lebih ringan, tahan api, dan juga fleksibel. Selain itu, gipsum juga lebih mudah dibangun dan lebih mudah untuk dibongkar pada saat akan merenovasi.

Di Indonesia, gipsum masih lebih banyak dijadikan sebagai plafon atau langit-langit di bandingkan dengan bahan baku dinding. Padahal, dengan dinding dari gipsum, suhu di dalam ruangan menjadi lebih terjaga. 

Berikut adalah tips yang dapat diikuti jika anda memilih untuk membangun dinding rumah dengan menggunakan gipsun sebagai bahan utamanya:

Permukaan Gipsum Rata

Pastikan bahwa gipsum yang Anda pilih tidak memiliki gelombang. Hal ini penting untuk memastikan kualitas dari gipsum itu sendiri. Gipsum yang baik adalah gipsum yang memiliki permukaan yang rata. Walau begitu, memang diperlukan pengujian khusus untuk memastikan hal ini.

Pilih gipsum yang Ringan

Gipsum yang baik biasanya memiliki tingkat ketebalan sebesar 9 milimeter dan bobotnya tidak lebih dari 15 kilogram. Hal ini penting karena dengan bobot yang lebih berat, maka kualitas gipsum juga tidak akan terlalu baik. Selain itu, berat gipsum yang ringan dapat memudahkan pemasangan gipsum itu sendiri.

Permukaan Mulus, Tidak Berlubang

 Ketika memilih gipsum, pastikan bahwa permukaan gipsum mulus. Mulus di sini dalam artian tidak memiliki retakan, gumpalan, atau bentuk yang tidak wajar. Hal ini penting karena jika ada retakan atau gumpalan pada gipsum, maka gipsum tersebut akan mudah rusak karena materialnya kurang baik.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar