Kebutuhan Analisis Guru Sekolah

19.01



Sekolah merupakan tempat memberikan ilmu bagi peserta didik. Di dalam sekolah, peserta didik diharakan mampu menjadi pribadi yang unggul dalam akhlak, keilmuan, dan pribadi yang mampu bersosial dengan baik.

Selain peserta didik yang diharapkan lebih baik dari sebelumnya, guru juga harus memberikan contoh yang baik di depan semua murid. Ada beberapa aspek yang perlu guru perhatikan ketika berada dalam lingkungan sekolah. Yaitu kinerja (task), organisasi, dan personal. Berikut penjelasan dari  ketiga aspek sebagai berikut:

1. kinerja (task)
Kinerja (task) seorang guru atau karyawan semestinya mampu membuat para komite atau guru yang lain itu bangga atau senang atas kinerja yang dilakukan. Kinerja (task) ini bisa jadi menjadi ciri bahwa guru itu profesional atau tidak. Ketika kinerja (task) seorang guru bagus atau memuaskan berarti guru tersebut bisa dikatakan profesional, akan tetapi ketika kinerja (task) guru kurang bagus bisa jadi orang atau guru yang lain menilai bahwa guru tersebut belum profesiolan.
Kinerja (task) yang diharapkan itu adalah seorang guru mampu mengerjakan  semua tugas yang diberikan kepadanya dan dikerjakan tepat waktu.

2. organisasi
Organisasi di sisni adalah hubungan antara semua bidang dalam sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, sampai yang berada paling bawah. Dalam sistem organisasi ini diharapkan mampu menjalin hubungan yang yang baik mulai dari yang paling atas hingga paling bawah. Apalagi kepala, harus mampu memberikan contoh yang baik bagi guru yang lain.

Kepala sekolah diharapkan untuk selalu memberikan semangat kerja bagi guru yang lain, mampu menjlin hubungan yang baik dengan bidang yang lainnya, dan yang palin utama mampu menjalin kerja sama dengan sekolah lain dengan baik.

3. personal
Personal di sini adalah hubungan guru yang satu dengan yang lain, terlepas dari mereka ada pada bidang yang sama ataupun berbeda. Terkadang dalam lingkungan sekolah ada seorang guru yang tertutup deng guru yang lain, hal tersebut bisa saja membuat hubungan personal antar guru menjadi kurang baik, karena tidak adanya saling keterbukaan.

Aspek-aspek tersebut ketika mampu diterapkan dalam lingkungan sekolah terutama antar guru, maka dapat disimpulkan sekolah tersebut terutama guru tidak memerlukan sebuah pelatihan untuk meningkatkan salah satu dari ketiga aspek tersebut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »